Selasa, 18 Agustus 2015

Menjadi Wanita Angkuh

“Maka, anggap saja menjadi 'angkuh' adalah bagian dari cara untuk menjaga.”

Anggaplah tulisan ini sebagai “excuse” saya untuk orang-orang yang mengira saya ‘angkuh’. Dari mulai nolak difoto, nolak salaman, nolak boncengan, nolak cintaaa *eh xD
Itu cara saya menjaga. Karena saya sadar, saya itu berharga *narsis sih, but come on, every women are precious, right?!*

Berlian limited edition di toko perhiasan itu, disimpan di ruang khusus, terpisah dari yang lain. Nggak sembarangan orang yang bisa melihatnya. Cuma orang-orang tertentu yang benar-benar mau membelinya yang bisa lihat. Sedangkan yang lain, terserah mau dijajal terus nggak jadi beli juga. Kamu, mau jadi yang mana?

Apapun, saya cuma ingin membuat wanita-wanita berharga seperti kamu yang membaca tulisan saya ini sadar, bahwa kamu terlalu berharga untuk “di jajal” sementara dengan modus “pendekatan pranikah”.

Kadang, kita perlu jadi ‘angkuh’ sebagai bagian dari cara untuk menjaga diri kita. Agar tak sembarang orang berani mendekat pada kita. Agar hanya dia yang terpilih yang berani mendatangi kita.

Kadang, kita perlu jadi ‘angkuh’ sebagai bagian dari cara untuk menjaga diri kita. Agar tertutupi hati yang rapuh kala menunggu yang tak kunjung datang. Agar tertutupi hati yang samar-samar mulai tertulis namanya.

“Bahwa, jika kita memenuhi hati dengan nama-Nya, namanya atau siapapun tak akan dapat tempat barang sedikit. Hingga saat Engkau rela padaku atas siapapun..”

7 komentar:

  1. Angkuh dalam artian positif, setuju banget.
    Memang teteh ku yang satu itu banyak menginspirasi & bungsu yang mpunya tulisan ini juga sama menginspirasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. Nuhun, teh. Kita kayaknya haruss bikin LFC (Lina Fans Club). Haha xD

      Hapus
  2. wkwkwkwkwk...
    gak bisa berkata-kata pas baca komentarnya XD

    oia, Nong, coba nama teteh di-link ke blognya teteh langsung. hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah beres, teh. Udah di-link ke blog teteh :)

      Hapus
    2. hohoho...
      makasih, bungsu.
      kangen pengen cerita2

      Hapus
  3. Masyaa Allah...keep istiqomah yaa teh Riana...
    Salam santun dari Gorontalo -Sulawesi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. semoga bisa istiqamah. 'Alaikumsalam. Semoga bisa diambil hikmah dari tulisan saya :)

      Hapus